Detail Berita

Internet Marketing simbol motivasi pemuda

BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi selalu menciptakan pemuda yang kreatif dan inovatif, dengan tujuan untuk menunjang para pemuda yang terampil. Salah satu hal yang dibuat Banyuwangi adalah diadakannya pelatihan Internet Marketing bagi pemuda. Peserta tahun ini lebih banyak dari pada tahun kemarin dengan target peserta 1500 pemuda se-Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ini merupakan kali ketiga diadakan pelatihan internet marketing bagi anak-anak muda. ”Bagi yang sudah punya bisnis, pelatihan ini didesain agar bisnis mereka makin tumbuh dengan pemasaran berbasis internet. Selain itu, lewat pelatihan ini kami mendorong semakin banyak anak muda untuk berani terjun merintis bisnis dengan teknologi informasi sebagai jembatan pemasarannya,” ujar Anas yang saat itu memberikan sambutan via facetime.

Berdasarkan data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia telah mencapai angka 88,1 juta. Riset Brand and Marketing Research (BMI) menyatakan, diprediksi 24 persen pengguna internet di Indonesia adalah penyuka belanja online. Nilai belanja online pada tahun lalu diproyeksikan sudah mencapai angka Rp50 triliun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Wawan Yadmadi mengatakan pemasaran berbasis internet ini akan semakin membuka peluang kerja di Banyuwangi, selain juga penyebaran produk dan jasa bisa semakin mudah. Pelatihan tersebut, peserta dikenalkan teknik dan strategi promosi membidik pasar secara tepat, menaikkan traffic pengunjung website/blog, dan branding produk.

Para peserta dikenalkan beragam aplikasi yang bisa dipakai, hingga strategi pemasaran online, termasuk mengintegrasikannya dengan media sosial," jelasnya.

Wawan yakin pelatihan ini akan memperbanyak para pebisnis berbasis internet di Banyuwangi. "Rata-rata pesertanya sudah biasa menggunakan internet, tinggal mereka diajari strateginya saja. Kami juga membuka konseling pasca pelatihan bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan agar tidak sia-sia,” pungkas Wawan