Detail Berita

BERLARI, BERWISATA ,...

BANYUWANGI - Petualangan terbaru bagi para penggeliat pelari ada di event Banyuwangi Ijen Green Run, dimana disebutkan dalam hal ini yaitu berlari sambil berwisata. Sebanyak 500 pelari meramaikan trail run yang melintasi alam yang sejuk nan indah, Lomba lari ini diberangkat start dan finish di Lapangan Kalibendo Kec. Glagah.

Banyuwangi Ijen Green Run terdiri atas tiga kategori, yaitu kelas 6 KM, 12 KM, hingga 25 KM. Para pelari dalam ajang sport tourism ini tak hanya disuguhkan bentang alam yang hijau dan menakjubkan, tapi juga suguhan kultur kehidupan ala masyarakat pegunungan. Para peserta menyusuri jalur yang melalui cukup menantang, mulai dari tanjakan, turunan yang curam sampai menyeberangi sungai, selain itu peserta juga disuguhi pesona alam buah-buahan yang tumbuh disekitar lereng gunung ijen dan warga juga menyambutnya ketika para pelari datang melintasinya.

Para peserta yang datang dari berbagai kota di Indonesia puas dengan ajang ini. ”Banyuwangi Ijen Green Run menawarkan rute yang berat, namun sangat indah. Lengkap dari perkebunan, sawah, permukiman warga, hingga menyeberang sungai. Semua rasa lelah terbayar dengan sempurna,” ujar Rudiansyah, peserta yang datang dari Jakarta.

Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan sport tourism (olahraga berbalut pariwisata). Banywuangi sangat cocok dikembangkan untuk sport tourism, mengingat potensi alamnya yang mendukung. ”Ini merupakan cara kreatif untuk mempromosikan daerah. Trail run melewati pegunungan di lereng Ijen tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Sembari sehat di fisik, para pelari juga akan terpuaskan dengan keindahan alam kawah Ijen,” ujar Anas.  Ajang ini tercatat diikuti lebih dari 500 runner dari Jakarta, Denpasar, Surabaya, Bekasi, Samarinda, Bogor, Pasuruan, Malang, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Bekasi, Gresik, Tangerang, Samarinda, dan Palembang. Tak ketinggalan pula, pelari dari kota di sekitar Banyuwangi, seperti Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo. 

”Ini tentu juga menggerakkan ekonomi karena pelari butuh jasa transportasi, penginapan, kuliner, dan pasti pulang bawa oleh-oleh. Belum lagi mereka bawa rombongan keluarga karena sekalian berwisata di Banyuwangi,” pungkas Anas