Detail Berita

Ratusan pemuda ikuti pelatihan perbengkelan

BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong anak-anak muda di desa-desa bisa mandiri dan membuka peluang usaha baru.

Salah satu cara yang ditempuh pemkab adalah menggelar pelatihan keterampilan yang bersinergi dengan sekolah menengah kejuruan (SMK). Pelatihan ini diikuti 160 pemuda yang berasal dari 16 desa dari berbagai kecamatan.

"Dengan pelatihan ini, kita ingin melahirkan pemuda-pemuda yang memiliki keterampilan tertentu, yang bisa menjadi bekal untuk berwirausaha. Mereka yang ikut pelatihan ini adalah pemuda desa yang memang memiliki keinginan kuat untuk maju. Rata-rata mereka sudah ada kemampuan dasar, di sini kita tinggal mengasah dan menambah keterampilan mereka," kata Bupati Banywuangi Abdullah Azwar Anas saat membuka pelatihan perbengkelan di SMK Muhamadiyah 2 Genteng, Selasa (14/2/2017).

Menurut Anas, pelatihan ini sangat penting untuk mengintegrasikan setiap program pelatihan pemerintah dengan SMK. Selain itu, kata dia, dengan digabungnya pemuda dan siswa dalam satu paket pelatihan perbengkelan ini follow-up-nya bisa terukur. Sehingga hasil dari pelatihan ini lebih optimal begitu juga dengan ketepatan sasarannya juga terukur.

"Sengaja kita optimalkan dengan SMK, karena selain memiliki tenaga ahli, mereka juga terdapat fasilitas yang memadai. Pelajar SMK dan pemuda mereka bisa saling berbagi pengalaman. Siswa yang selama ini banyak ilmu," kata Anas.

Selain perbengkelan, pemkab juga akan melibatkan jurusan lain di sejumlah SMK untuk sinergis pelatihan ini. Seperti pelatihan batik digelar di SMK yang memiliki jurusan batik, pelatihan agen travel digelar di SMK jurusan pariwisata. Begitu juga pelatihan kuliner akan melibatkan jurusan tata boga.

"Tahun ini kita ada sekitar 600 pelatihan, yang nantinya tetap akan kita sinergikan dengan jurusan SMK yang tersedia. Tujuan akhirnya, tak lain membentuk jiwa wirausaha yang mandiri," kata Anas.

Pelatihan perbengkelan yang digelar di SMK Muhammadiyah 2 Genteng ini tergolong istimewa. Selain dibimbing instruktur handal dari SMK dan praktisi, bengkel SMK yang jadi laboratorium untuk pelatihan ini sangat lengkap. Mulai dari bengkel mobil yang standartnya  seperti bengkel dealer. Serta telah bekerja sama dengan ASCO Daihatsu dan  PT Astra Honda Motor (AHM). 

Salah satu peserta, Fandi Siswanto (21). Pemuda asal Wongsorejo ini merasa senang bisa mengikuti pelatihan. Selama ini dia hanya tahu ilmu perbengkelan dari bengkel tempatnya bekerja.

"Dengan ikut pelatihan ini, bisa lebih banyak tahu ilmu permesinan dan perbengkelan. Dan ini pun gratis, bagi saya ini benar-benar menyenangkan," katanya.   

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Wawan Yadmadi, menambahkan, para pemuda ini akan mengikuti pelatihan selama lima hari 14 – 18 Februari 2017. Selain diikuti oleh pemuda desa, pelatihan ini juga diikuti pelajar SMA/SMK yang memang tertarik untuk menekuni masalah perbengkelan.

"Desa asal pemuda yang mengikuti pelatihan ini juga tidak asal pilih. Namun kami pilih mereka yang berasal dari desa yang tingkat kemiskinannya agak tinggi," jelas Wawan.

Pelatihan ini, lanjut dia, melibatkan 32 instruktur ahli perbengkelan dari desa dan sekolah kejuruan kualifikasi. Nantinya, setelah lulus pelatihan, mereka tak hanya sekedar mengerti ilmu perbengkelan, tapi juga akan diberi sertifikat tanda lulus pelatihan